oleh

Diduga Dua Lokasi Pertambangan di Kecamatan Poncokusuma Ilegal

-Peristiwa-225 views

Kab. Malang, detik91.com- Berdasarkan informasi dari warga, terdapat dua lokasi pertambangan sirtu ilegal di kecamatan poncokusumo, meskipun dalam peraturan atau undang-undang memuat dengan tegas atas ancaman sanksi khususnya bagi para pelaku tambang ilegal (ilegal mining), sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 04 tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba & Batu Bara, namun dalam kenyataannya masih terdapat para pelaku tambang justru tak jera untuk melakukan aktivitas penambangan liar (ilegal).

 

Dua lokasi pertambangan ilegal di kecamatan Poncokusumo tersebut yakni : di desa Gadungan perbatasan dengan desa Dawuhan, sedangkan satunya berada di dusun Ngadireso desa Ngadireso (daerah belakang balai desa Ngadireso).

 

Dari pantauan awak media, Rabu (13/3/2019) terdapat puluhan dump truck keluar masuk lokasi tersebut, padahal lokasi tersebut berdekatan dengan lokasi pemandian desa, dan SDN 1 Ngadireso, dan anehnya meskipun lokasi tersebut berada di belakang balai desa tersebut, namun terkesan ada upaya pembiaran dari aparat setempat.

 

Salah seorang warga yang meminta namanya diinisialkan mengatakan, dengan adanya pertambangan jenis sirtu yang baru, mematikan pertambangan tradisional yang menggunakan tenaga manusia, apalagi lokasi tersebut dekat dengan pemandian desa dan sekolahan.

 

Lokasi pertambangan di desa Gadungan kecamatan Poncokusumo

” saya berharap segera ada aparat yang turun kedesa, untuk menghentikan dan memberikan sangsi kepada penambang ilegal,” ucapnya.

Dalam UU No 4 tahun 2009 secara tegas dijelaskan Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam pasal 37, pasal 40 ayat (3), pasal 48, pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

 

Hingga berita ini dirillis belum ada konfirmasi dari pejabat berwenang, warga berharap agar pertambangan ilegal didesa tersebut segera ada penanganan, supaya tidak tumbuh penambang-penambang ilegal yang baru (Bersambung). (Dik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed