oleh

Mahasiswa UIN Maliki Demo di Kampus

-Pendidikan-22 views
Para demonstran juga sempat masuk gedung rektorat untuk bertemu rektor UIN Malang, hanya saja sang rektor sedang tidak ada di tempat.”Tuntutannya yang utama penyesuaian UKT. Karena beberapa maba UKT-nya tidak sesuai dengan penghasilan masing-masing orang tua. Kami atas nama kakak tingkat sangat peduli,” ujar Presiden Mahasiswa UIN, Silvia Abdi Pratama kepada awak media, Jumat (16/8).
Menurutnya, beberapa mahasiswa yang ikut berdemo, mendapatkan UKT mencapai Rp 7 juta, padahal mereka mahasiswa yang kurang mampu.
”Belum ada tindak lanjut. Ada beberapa mahasiswa yang nggak berani masuk. Di sini kami menyuarakan karena nggak pas biaya UKT tinggi tapi penghasilan orang tua kurang,” imbuhnya.
Ditambahkannya, saat mengisi data, mahasiswa yang mendapat UKT tinggi mencantumkan foto rumah yang dinyatakan layak atau tidak pantas mendapatkan bantuan.
”Iya, jadi ada yang menggunakan data itu fotonya pakai rumah kerabatnya yang terbilang berada, itu yang menjadi masalah. Dan di kampus ini tidak ada survei langsung bagi mahasiswa kurang mampu seperti kampus negeri sebelah,” tandasnya.
Sedangkan terkait jumlah pendemo, tidak ada data pasti yang menyebutkan. Hanya saja, menurutnya ada sekitar 3.000 mahasiswa yang berpartisipasi dalam demo tersebut.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Malang, Dr H Isroqunnajah M Ag mengapresiasi atas kepedulian kakak tingkat akan UKT mahasiswa baru.”Saya mengapresiasi kepedulian kakak-kakak kelas mereka atas Uang Kuliah Tunggal,” ujar pria yang akrab disapa Gus Is ini.
Untuk penentuan UKT menurut Gus Is, ada rumus tersendiri, selain itu UKT ditetapkan sesuai dengan data mahasiswa. “UKT itu tidak mungkin ditetapkan kalau tidak menggunakan dasar yang mereka entri sendiri,” jelasnya.
Hanya saja, mungkin dari pihak mahasiswa terdapat kekeliruan dalam meng-entry data. Namun, setiap semesternya di UIN Malang selalu ada penurunan UKT. Dengan adanya demo Gus Is mengapresiasi dan berterima kasih kepada para mahasiswa. Hanya saja, menurut dia, sebenarnya ada cara lain yang lebih dewasa. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed