oleh

Awas Penipuan Berkedok Jual HP Murah Via Online

Kalbar, detik91.com-  Jual beli online memang menjadi salah satu pilihan yang lebih mudah dan menjanjikan dengan harga miring. Sehingga, ada beberapa oknum yang memanfaatkan media online untuk melakukan penipuan dengan berbagai modus.

Seperti yang dilakukan oleh oknum yang mengaku bernama Muh. Nur Hasanudin warga Jakarta. melaui korban-korbannya dia menawarkan via online berbagai macam barang dagangan berupa HP murah dengan berbagai merk. Untuk meyakinkan korbannya dia mengirimkan no rek. BTPN 90014187526 kode bank 213 atas nama dirinya.

“HP merk  Samsung type S9 dijual dengan harga 1.050.000, namun setelah di transfer ke rekening pelaku nomer saya di blokir,” ungkap salah satu korban, KR (inisial, Red) warga Kalbar kepada awak media detik91.com, jum’at (17/1/2020).

Menanggapi aksi penipuan tersebut, pengacara senior, Syarifuddin, SH, SH,I, MH yang juga merupakan ketua penasehat hukum media ini mengatakan, penipuan saat ini memang sering terjadi terlebih lagi untuk barang yang kita beli secara online.

“Kita sebagai pembeli harus bisa extra hati-hati, dan waspada sebelum memutuskan untuk menstransfer uang ke rekening penjual. Kita tidak tau apakah identitas penjual tersebut benar adanya ataukah hanya identitas yang diambil dari Google karena saat ini sangat mudah menemukan gambar identitas oranglain di Google,” tegasnya.

Biasanya kita proses jual beli tidak aman ini terjadi di forum-forum/grup jual beli dimana pembelian langsung dengan penjual tanpa pihak ketiga/rekber, biasanya penipu punya beribu banyak alasan dan cara untuk menipu korbanya sehingga mau untuk menstransfer sejumlah uang kerekening si penipu kemudian sipenipu akan memutuskan hubungan dengan pembeli tanpa mengirim barang.

” Diharapkan kepada aparat penegak hukum, dapat membantu mengungkap kasus penipuan tersebut, sehingga dapat membuat efek jera pelaku kejahatan,” pungkasnya. (tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed