oleh

Parah, Proyek Pemeliharaan Jalan DPUBM Diduga Asal Jadi

-headline-36 views

Kab. Malang, detik91.com-  Kehadiran KPK dibumi arema dan sempat mengacak-acak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) di tahun 2018, nampaknya perlu terulang kembali, rupanya saat ini diduga efek jera mulai pudar didinas tersebut. Pasalnya, pada proyek Sapu Lobang (Salob) di Jln. Kauman RT 17/ RW04 desa Sanankerto kecamatan Turen diduga asal jadi, karena proyek tersebut hanya merupakan campuran aspal, serta pasir dan batu (Sirtu) yang dikerjakan dengan asal-asalan, (20/1/2020).

Parahnya, aspal tersebut tidak nampak dibakar terlebih dahulu dilokasi, serta campuran aspal dan sirtu yang sudah ditaburkan untuk menutup jalan yang berlubang hanya dipukul secara manual, tidak menggunakan wales atau silinder untuk memadatkan jalan.

Pernyataan Kepala Bidang Pemeliharaan DPUBM Kabupaten Malang, Suwiknyo disalah satu media bahwa, Panjang jalan kabupaten yang mencapai 4.500 kilometer menjadi pekerjaan rumah (PR) tahunan bagi DPUBM Kabupaten Malang. Tiap tahun, mereka pun wajib mem-plot dana pemeliharaan jalan. Tahun 2019 lalu, jumlah anggaran yang tersedia mencapai Rp 200 miliar. Tahun ini, DPUBM terpaksa harus berhemat, sebab anggaran tersebut harus dikepras Rp 40 miliar menjadi Rp 160 miliar, namun demikian ungkapan hemat jangan disalah artikan dengan melakukan pekerjaan asal-asalan, dan terkesan hanya menghabiskan sisa anggaran saja.

(Nampak pegawai DPUBM sedang menaburkan sirtu kejalan yang berlubang, foto : Didik)

Saat awak media mempertanyakan kepada pegawai DPUBM terkait tidak dipakainya wales, dijawab oleh salah satu pegawai bahwa wales sedang dipakai dijembatan.

“Kuat dan tidaknya jalan yang diperkeras dengan aspal juga tergantung dengan matang dan tidaknya aspal yang dibakar,” ungkap Sayudi kepada awak media, Senin (20/1/2020).

Menurutnya, selain kontrusksi tanah dan batu yang di gunakan, tak kalah pentingnya adalah aspal yang di bakar harus benar-bener cair dengan suhu harus mencapai 100 derajat celcius sehingga saat di gunakan aspal benar-benar sudah mencair.

Terpisah, Sekretaris dinas PU Bina Marga Kab. Malang, Iriantoro saat dikonfirmasi awak media via selulernya hanya mengucapkan terima kasih atas informasinya, tanpa menjelaskan lebih detail sangsi apa yang bakal diterima oleh pegawai DPUBM, dan solusi untuk memperbaiki pekerjaan tersebut.

“Terima kasih infonya mas,” pungkasnya (Bersambung). (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed