oleh

Parah, Kawasan Physical Distancing di Jalibar Terdapat Pertambangan Ilegal

-headline-3.261 views

Kab. Malang, detik91.com-  Di saat pemerintah berupaya memutus penyebaran virus corona, dengan cara mengaktifkan jalur tertib physical distancing di kawasan Jalibar (Jalur Lingkar Barat) atau di tutupnya akses jalan penghubung Kepanjen-Blitar , Sabtu (28/3/2020). Tapi ironisnya, di kawasan tersebut terdapat pertambangan / galian C Ilegal.

Tampak puluhan dump truck keluar masuk di lokasi tersebut, untuk mengangkut hasil galian tersebut yang berupa tanah urug (30/3/2020). Sebelumnya, lokasi di pertambangan tersebut berupa dataran tinggi yang menyerupai perbukitan.

Hasil penelusuran awak media, diketahui pelaku pertambangan jenis tanah urug tersebut bernama Habibi, tanah urug yang di belinya digunakan untuk mengurug tanah yang akan digunakan mengurug tanah perumahannya.

Rupanya dengan kesibukan pemerintah untuk mengatasi mewabahnya Coronavirus Disease (COVID-19), di duga dijadikan kesempatan untuk melakukan pertambangan ilegal tersebut.

Baca Juga : Pasca di Laporkan, Pertambangan Ilegal di Jalibar masih Beroperasi https://detik91.com/2020/03/31/pasca-di-laporkan-pertambangan-ilegal-di-jalibar-masih-beroperasi/

Berdasarkan Pasal 158 UU RI no 4 tahun 2009, tentang pertambangan mineral dan batubara  (minerba), disebutkan setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP (Izin Usaha Pertamanangan), IPR (Izin Pertambangan Rakyat), atau IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat 3, Pasal 48, Pasal 67 ayat 1, Pasal 74 ayat 1, atau ayat 5, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Kapolres Malang, AKBP. Hendri Umar saat dilapori awak media terkait adanya pertambangan tersebut, menyatakan akan mengecek lokasi tersebut.

“Iya mas saya cek,” tandasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed