oleh

Pasca di Laporkan, Pertambangan Ilegal di Jalibar masih Beroperasi

-headline-3.527 views

Kab. Malang, detik91.com-  Meskipun sangsi tegas bagi pelaku pertambangan ilegal telah tertuang dalam UU, Pasal 158 UU RI no 4 tahun 2009, tentang pertambangan mineral dan batubara  (minerba), disebutkan setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP (Izin Usaha Pertamanangan), IPR (Izin Pertambangan Rakyat), atau IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat 3, Pasal 48, Pasal 67 ayat 1, Pasal 74 ayat 1, atau ayat 5, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar. Namun pertambangan ilegal di jalibar (Jalur Lingkar Barat) masih tetap beroperasi (31/3/2020).

Sebelumnya, Kapolres Malang, AKBP. Hendri Umar saat dilapori awak media terkait adanya pertambangan tersebut, menyatakan akan mengecek lokasi tersebut.

“Iya mas saya cek,” tegasnya (30/3/2020).

Baca juga : Parah, Kawasan Physical Distancing di Jalibar Terdapat Pertambangan Ilegal https://detik91.com/2020/03/30/parah-kawasan-physical-distancing-di-jalibar-terdapat-pertambangan-ilegal/

Mungkin karena kesibukan pemerintah dalam memutus penyebaran virus corona (COVID-19), sehingga hari ini (31/3/2020) masih nampak puluhan dump truck keluar masuk di lokasi tersebut.

Salah seorang warga yang meminta namanya diinisialkan mengaku bahwa, bila kejadian ini di biarkan akan menjadi contoh buat pelaku pertambangan lainnya.

“modusnya pelaku membeli tanah di dataran tinggi, lalu tanah tersebut di ratakan untuk mengurug usaha perumahannya,” tandasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed