oleh

Diduga Kades Tulusbesar Main Mata dengan Pelaku Galian C Ilegal

Kab. Malang, detik91.com- Pertambangan ilegal di desa Tulusbesar kec. Tumpang, Hudi Mariono di duga ada main mata antara pelaku usaha dengan kepala desa (Kades) Tulusbesar Kec. Tumpang. Pasalnya, pasca di police line oleh Polsek Tumpang (18/4/2020) di ketahui muncul surat pernyataan hibah tanah dan hasil kesepakatan warga dusun Kemulan desa Tulusbesar Kec. tumpang dengan pengembang (Yuden R).

Padahal, sebelumnya Hudi Mariono saat dikonfirmasi awak media menyatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu terkait perijinan yang di miliki pengembang, Modus awalnya hasil tanah urug tersebut di buang ke tanah kas desa yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut.

Merasa usahanya berhasil, dibuatlah surat pernyataan hibah tanah dan kesepakatan dengan warga (13/4/2020), yang di tanda tangani oleh Kades Tulusbesar.

Menyikapi tindakan tersebut, Pengacara kondang yang juga ketua penasehat hukum dari media ini, Syarifuddin, SH, SH.I, MH mengatakan bahwa, surat hibah hanyalah merupakan bukti kepemilikan tanah.

“Surat hibah hanyalah merupakan bukti kepemilikan tanah, sedangkan untuk pengerjaannya dari pengembang tetap harus mengurus perijinan,” ucapnya kepada awak media, Senin (20/4/2020).

Langkah Polsek Tumpang, imbuhnya, untuk menghentikan kegiatan tersebut merupakan langkah yang tepat, karena pelaku tidak dapat menunjukkan dokumen yang harus dimilikinya.

“Pelaku pertambangan ilegal dapat di jerat Pasal 158 No 4/2009 tentang pertambangan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar,” tandas Syarifuddin, SH, SH.I, MH.

Hingga berita ini ditayangkan, Kades Tulusbesar tidak memberikan statemennya saat dikonfirmasi kembali oleh awak media. (Red)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed