oleh

Irjen Nico Afinta Menjabat Sebagai Kapolda Jatim

-polri-10.731 views

Jawa Timur,detik91.com – Kapolri Jenderal Idham Aziz menunjuk Irjen Nico Afinta sebagai Kapolda Jawa Timur menggantikan Irjen M Fadil Imran, yang kini menjabat Kapolda Metro Jaya.

Sebelumnya, Nico bertugas sebagai Kapolda Kalimantan Selatan sejak 1 Mei 2020. Dia digantikan oleh Irjen Rikwanto, yang sebelumnya menjadi Kapolda Maluku. Mutasi ini tertuang dalam surat telegram Kapolri dengan Nomor ST 3222/XI/KEP./2020 pada Senin (16/11).

Irjen Nico merupakan lulusan Akpol tahun 1992. Pria kelahiran 30 April 1971 ini dikenal memiliki banyak pengalaman di bidang reserse. Sejumlah jabatan pernah diemban Nico.

Karirnya di kepolisian diawali sebagai Pamapta Poltabes Semarang pada tahun 1993. Setahun setelahnya, Nico didapuk sebagai Kanit Poltabes Semarang. Lalu menjadi Danton Taruna Akpol pada 1996 dan Danki Taruna Akpol di 1997. Tak berhenti di situ, Nico juga sempat tergabung di UN IPTF Pas PBB XIV Bosnia Herzegovina tahun 1997 sampai 1998.

Dua tahun kemudian, Nico dipercaya menjabat sebagai Kapolsek Metro Ciputat, Polres Jakarta Selatan. Kemudian di 2003, Nico Sempat menjadi Kanit Ekonomi Ditreskrim Polda Jawa Tengah dan setahun setelahnya menjadi Wakasat Reskrim Polwiltabes Semarang.

Pengalaman bidang reserse yang dimiliki Nico akhirnya mengantarkan dirinya menjadi Kepala Unit Sumdaling Ditkrimsus Polda Metro Jaya, hingga Kepala Subdit V Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 2006. Lalu, di 2008 Nico dipercaya menjadi Kepala Subdit III Umum/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan menjadi Wadirreskrimum Polda Metro Jaya di 2011.

Nico juga sempat menjabat sebagai Kapolrestabes Medan pada tahun 2013. Lalu, dia melanjutkan karirnya di Kabagbindik Sespimma Sespim Polri Lemdikpol pada 2016 dan mengemban pendidikan sebagai Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim Polri, hingga Lulus Pendidikan Sespati di tahun yang sama.

Setelah lulus, Nico langsung didapuk menjadi Dirresnarkoba Polda Metro Jaya. Saat menjabat, Nico mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian, karena mengungkap penyeludupan sabu seberat 1 ton asal China di Serang, Banten. Lalu, Nico dipromosikan sebagai Disreskrimum Polda Metro Jaya.

Di tahun 2018, Nico juga ikut terlibat dalam penangkapan aktivis Ratna Sarumpaet, yang terkena tindak pidana atas berita bohong tentang penganiayaannya di Bandung, Jawa Barat. Selain itu, Nico pernah mendapatkan penghargaan ‘Law Enforcement Award dari Visa Security Summit 2018’ di Singapura, usai mengungkap kasus pencurian dana nasabah (skimming).

Pada tahun 2018 hingga 2019, Nico sempat menjadi Karobinopsnal Bareskrim Polri, Dirtipidum Bareskrim Polri hingga Staf Ahli Sosial Politik Kapolri. Baru pada Mei 2020, Nico diamanahi jabatan sebagai Kapolda Kalimantan Selatan dan kini menjadi Kapolda Jatim.

Saat memimpin Polda Kalsel, pria asal Surabaya ini tercatat membongkar sejumlah kasus besar. Salah satunya, menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu sebanyak 300 kilogram. Selain itu, Nico juga menangani kasus lain seperti penangkapan dua peretas hacking aplikasi Digipos serta mengamankan ribuan tabung gas LPG bersubsidi yang dijual di atas HET. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed