oleh

Dilewati Truk “Gajah” Akses Jalan Desa di sepanjang Mataram Gambang Karangrejo Kediri Hancur

-headline-87 views

Kediri, detik91.com – Ironis dan sangat disayangkan rusaknya akses jalan sepanjang jalan Mataram Desa Karangrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Jalan yang kelasnya untuk kendaraan ringan serta menjadi akses utama masyarakat menjadi hancur lebur karena setiap hari dilewati raturan atau bahkan ribuan truk ukuran besar (truck gajah).

Kondisi lebih diperparah lagi saat musim hujan datang. Jalan yang sudah rusak akan semakin cepat rusak dan bergelombang serta banyak kubangan air. Jalan disepanjang depan Koperasi mekar kebarat etiap hujan selalu menjadi langganan banjir, selokan dikanan kiri tidak sanggup menampung debit air. Kejadian ini terjadi sudah bertahun-tahun dan belum ada penyelesaiannya.

Dari pengamatan dilokasi, kondisi jalan bergelombang, retak-retak banyak bekas tambalan yang tidak sempurna dan anehnya banyak juga tambalan yang dari bahan semen (cor).

Sebut saja Yuni (47) warga setempat mengatakan, kalau jalan disini dari dulu hancur mas.

“Jalan mulai depan koperasi mekar sampai belokan Gambang timurnya pabrik kayu dengan panjang sekitar satu kilometer kondisinya hancur-hancuran. Jalan bergelombang, retak-retak banyak tambalan yang asal ditambal sehingga hasilnya tidak maksimal dan anehnya banyak juga jalan yang ditambal dengan semen (cor),” ucapnya, sabtu (25/9/2021).

Lanjutnya, saya heran sekali, jalan yang harusnya mulus kok kondisinya hancur, apalagi jalan sini dipakai jalur keluar masuk pabrik rokok, pabrik kecap, pabrik plastik, pabrik kayu , garasi truk dan sebagai jalan tembus alternatip untuk menuju kearah pare.

“Apakah kelas jalan sini boleh untuk truk trailer super jumbo kayak truk gajah…??!!!,” keluhnya sambil geleng kepala.

“Kami warga yang taat membayar pajak harus mau menerima kenyataan ini bertahun-tahun. Kalau lewat harus hati-hati karena selain kondisinya kayak gitu juga banyak sekali truk jumbo yang hilir mudik. Harapan kami semoga pihak terkait segera turun kelapangan dan melihat sendiri kondisinya,” terangnya.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri saat dimintai konfirmasi lewat hand phonenya di 08123497XXX belum mau menjawab malah memblokirnya, Kamis (23/9/2021).

Anehnya sehari berselang salah satu stafnya yang mengaku bernama Yusuf memberi penjelasan lewat WhatsApp.

“Ngapunten Mas saya Yusuf staf Pak Irwan, kemarin ditugasi pimpinan untuk membantu menjawab pertanyaan jenengan,” ucapnya, Jum’at (24/9/2021).

Minggu, (26/8/2021) ada WhatsApp dari nomer lain 081333210XXX yang mengaku sumber dari tim teknis PUPR Kabupaten Kediri menjelaskan, berdasar SK Bupati tahun 2018 tentang ruas jalan kabupaten memang secara administrasi jalan mataram tersebut bukan dalam kewenangan pemerintah kabupaten.

“Jalan mataram merupakan jalan desa dan bisa jadi sebagian merupakan jalan milik GG yang dibangun oleh pabrik untuk kemudahan aksesbilitas kendaraan truk pabrik,” terangnya.

Lanjutnya, beberapa bulan yang lalu kami sudah bersurat kepada GG untuk dapat membantu terkait perbaikan jalan mataram tersebut.

Selain itu beberapa waktu yang lalu, kami Dinas PUPR juga menghadiri undangan dari Kepala Desa Karangrejo untuk membahas perbaikan jalan mataram yang dihadiri oleh unsur polsek, koramil, kecamatan, dishub, perusahaan setempat termasuk GG, dan perwakilan warga setempat.

“Selain rapat terkait akses jalan juga membahas masalah drainase, adapun hasil dari rapat tersebut kami dari Dinas dapatnya difasilitasi pihak desa setempat terkait pemetaan jaringan drainase permukiman hingga sampai ke pembuangan (hilir),” pungkasnya (Bersambung). (Hadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed